Tujuh Saudara
Di sebuah rumah besar di desa terpencil, hiduplah ketujuh saudara bersama ayahnya. Ibu mereka sudah meninggal sejak 2 tahun yang lalu. Ia memiliki tujuh orang anak yang sangat nakal dan berhasil membuat semua pengasuh yang datang mengundurkan diri sebelum 1 bulan penuh bekerja. Anak-anaknya yang bernama Ryan, bima, thomas, vani, lilyan, rick, dan bita, sering kali membuat kekacauan, seperti merusak properti, melukai diri mereka sendiri, dan membuat pengasuh pergi dengan cepat. Mereka selalu melakukan kenakalan karena mereka menganggap bahwa setiap pengasuh yang datang bisa merebut hati ayah mereka dan menjadi ibu tiri mereka.
Ayah mereka menyadari bahwa ia tidak bisa mengendalikan ketujuh anaknya sendirian. Ia merasa putus asa dan kelelahan. Pada suatu malam, ia mendengar suara aneh dan melihat sosok aneh di pintu depan. Ia membuka pintu dan terkejut melihat seorang wanita yang wajahnya buruk rupa. Ia menjelaskan bahwa ia ingin bekerja menjadi pengasuh ketujuh saudara itu. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Pengasuh Nina. Ayah tentu merasa terkejut dan bingung, namun ia tidak menolak Pengasuh Nina, karena ia sebentar lagi ada perjalanan bisnis yang mengharuskannya untuk pergi selama beberapa hari. Akhirnya ayah membiarkan 'Pengasuh Nina' untuk mengasuh ketujuh anaknya.
Ketujuh saudara yang mengetahui bahwa ada pengasuh baru, mereka bergegas membuat rencana dan melaksanakan rencana mereka untuk membuat Pengasuh Nina pergi dari rumah. Selama ayah pergi, mereka melakukan rencana mereka, seperti selalu membantah perintah Pengasuh Nina, mengotori rumah dengan cat/bahan-bahan dapur seperti tepung dan telur. Tetapi, Pengasuh Nina tidak pernah mengeluh dan selalu sabar menghadapi kenakalan ketujuh saudara itu. Satu minggu berlalu, ayah telah pulang kerumah dari perjalanan bisnis yang melelahkan. Ayah yang mengetahui perbuatan ketujuh anaknya saat ia pergi pun bertanya kepada Pengasuh Nina, "Mengapa engkau selalu sabar dan tidak pernah mengeluh akan kenakan ketujuh anakku?" Pengasuh Nina pun menjawab, "Aku yakin mereka adalah anak yang baik, mereka hanya khawatir posisi ibu mereka tergantikan, aku tidak masalah dengan semua kenakalan mereka, karena aku sudah berjanji kepada diriku sendiri bahwa aku siap untuk mengurus mereka sepenuh hati".
Lima bulan pun berlalu dan Pengasuh Nina tetap bekerja dirumah itu untuk mengurus ketujuh saudara tersebut. Perlahan-lahan ketujuh saudara mulai bisa menerima Pengasuh Nina dan mereka tidak melakukan rencana kenakalan/rencana jahat kepada Pengasuh Nina lagi. Ayah sangat senang dan bersyukur karena akhirnya ada yang bisa mengurus ketujuh anaknya yang sangat ia sayangi. Ia ingin anaknya selalu diperhatikan saat ia sedang sibuk bekerja, dan Pengasuh Nina lah yang selalu memerhatikan dan menyayangi ketujuh saudara itu.



Komentar
Posting Komentar